Bantuan Gandum Tiba di Yaman Yang Diblokir di Tengah Kekhawatiran Kelaparan

Sekitar 25.000 ton gandum sudah tiba di Yaman , paket pertolongan pangan kedua yang telah diperbolehkan masuk ke negara tersebut sejak koalisi pimpinan Saudi menerapkan blokade nyaris tiga minggu lalu.

Seorang juru bicara guna Program Pangan Dunia (WFP), Abeer Etefa, menuliskan pengiriman tersebut mendarat pada hari Minggu di pelabuhan Laut Merah Saleef yang dikuasai pemberontak Houthi di Yaman barat.

Koalisi pimpinan-Saudi yang memerangi pejuang Houthi menerapkan pengepungan di pelabuhan dan bandara Yaman sebagai tanggapan terhadap rudal balistik yang mereka tembakkan ke ibukota Saudi, Riyadh, yang ditembak jatuh mula bulan ini.

Para pejabat PBB sudah memperingatkan bahwa Yaman bisa menghadapi kelaparan terbesar di dunia dalam sejumlah dekade kecuali blokade yang melumpuhkan oleh koalisi tersebut dicabut. Negara Timur Tengah yang kurang mampu sangat tergantung pada gandum impor.

Pelabuhan Saleef berjarak 70 km di sebelah unsur utara pelabuhan utama Hudeida, pun di Laut Merah dan di tangan pemberontak. Pelabuhan Hudeida ialah saluran utama untuk ekspedisi makanan dan obat yang dipantau PBB namun telah ditutup oleh koalisi yang dipimpin Saudi sekitar berminggu-minggu.

Pada hari Minggu, kapal kesatu yang membawa makanan dan obat-obatan pun tiba melewati Hudeida.

Berdasarkan keterangan dari seorang pejabat yang mengepalai operasi di pelabuhan, kapal yang dikirim oleh WFP, membawa “tepung dan bahan-bahan pertolongan seberat 5.500 ton”.

“Ini tidak lumayan untuk keperluan rakyat Yaman, namun kami bercita-cita ini ialah tanda baik guna membuka pelabuhan Hudeida dan mengusung pengepungan di seluruh provinsi Yaman,” kata pejabat tersebut kepada wartawan pada hari Minggu.

Pada hari Sabtu, selama 1,9 juta takaran vaksin pun diterbangkan ke Yaman, kata seorang pejabat badan anak PBB pada hari Minggu.

Direktur UNICEF Geert Cappelaere untuk wartawan di Yordania ‘ ibukota s, Amman, bahwa m bijih dari 11 juta anak-anak di Yaman yang sangat memerlukan bantuan.

Diperkirakan masing-masing 10 menit seorang anak di Yaman meninggal sebab penyakit yang bisa dicegah, tambahnya.

“Hari ini adil untuk menuliskan Yaman ialah salah satu lokasi terjelek di Bumi andai Anda masih anak-anak. Perang di Yaman sayangnya adalahperang terhadap anak-anak. Yaman sedang menghadapi krisis kemanusiaan terjelek yang pernah saya lihat dalam hidup saya. , “Kata Cappelaere.

BB sudah mendaftarkan Yaman sebagai krisis kemanusiaan terjelek di dunia dengan 17 juta orang yang memerlukan makanan – tujuh juta di antaranya mempunyai resiko kelaparan.

Lebih dari 2.000 penduduk Yaman sudah meninggal dalam wabah kolera yang kini menyerang nyaris satu juta orang.

Perang saudara Yaman sudah berkecamuk semenjak 2015 saat Huthi menyerang ibukota, Sanaa, dan menggulingkan pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Sejak saat tersebut kaum Houthi sudah terlepas dari mayoritas wilayah unsur selatan negara itu, namun tetap mengendalikan Sanaa dan mayoritas wilayah utara.